Umumnya orang Indonesia terlahir dari keluarga yang bukan pebisnis dan kalau diambil data secara statistik kebanyakan (mungkin) orang Indonesia berasal dari desa dan dari keluarga petani atau pegawai (negeri atau swasta). Dan ironisnya setiap kota yang industrinya bertumbuh didatangi oleh beribu orang untuk mencari kehidupan dan yang terbesar sebagai karyawan, yang datang sebagai pebisnis hampir - hampir tidak ada (kalau pun ada jumlahnya minim sekali).
Kita tidak bisa memungkiri hal tersebut, saat ini kita sudah menjadi karyawan, kita mungkin bagian dari cerita diatas. Yang menjadi pertanyaan pertama; apa kita mau terus jadi karyawan atau menjalankan keduanya ? (sebagai karyawan dan sekaligus sebagai pebisnis). Pertanyaan kedua; apa mungkin? Atau kita sudah punya jawaban hanya keberuntungan yang membuat kita bisa membangun sebuah bisnis karena status kita saat ini adalah karyawan.
Kalau kita menjawab keberuntungan itu datang dari kemauan kita, keberuntungan akan datang menghampiri kita apabila kita meyakini "Kualitas diri kita" .
Manakah yang lebih penting Jabatan yang tinggi atau Gaji yang tinggi ? jawaban "tidak dua-duanya" (?) saya berpikir bukankah hal tersebut yang selama ini kita harapkan dalam bekerja atau berkarir (?) jawabnya : "yang terpenting adalah KUALITAS dari pekerjaan kita". Apapun yang kita kerjakan, utamakan kualitas dari pekerjaan itu. Tanpa kita sadari, kita bekerja menginginkan gaji tinggi atau jabatan yang tinggi namun terkadang tidak memperhatikan kualitas dari pekerjaan kita selama ini. Gaji yang tinggi ataupun jabatan yang tinggi tidak akan bertahan lama jika kualitas pekerjaan kita buruk, karenanya bangunlah kualitas dari apapun pekerjaan yang kita kerjakan sehingga kita menghasilkan karya-karya yang terbaik. Tidak ada yang bisa kita andalkan kecuali diri kita sendiri.
Dan yang terpenting lagi adalah "kualitas pribadi" , bekerjalah dengan jujur & profesional, ramah & hormat terhadap orang lain, santun berbicara, memegang kepercayaan dan berikan kontribusi yang besar terhadap orang lain, sehingga kita menjadi pantas untuk mendapatkan gaji ataupun jabatan yang tinggi.
"Buatlah perubahan sesuai impian kita". Banyak orang menuntut terjadinya perubahan di lingkungannya, di dalam hidupnya tetapi tidak memulai dari dirinya seandainya orang sadar bahwa hormat orang lain terhadap gagasan kita itu akan meningkat bila kita menjadi bukti tentang perlunya perubahan, maka setiap orang akan menjadi seperti perubahan yang diinginkannya
Apabila kita menginginkan perubahan diri kita haruslah dimulai dari kedua kualitas diatas sehingga kita menjadi lebih teratur,lebih profesional maka langkah pertama adalah membuat perubahan itu, yaitu menjadi sebuah pribadi yang profesional, yang teratur .
Apabila kita menginginkan kontribusi yang lebih besar dari perubahan terhadap kesejahteraan kita, maka jadilah orang yang kontribusinya besar terhadap pekerjaan kita saat ini. Jadi kalau kita mengharapkan perubahan, mulainya perubahan itu pada diri sendiri pada apa yang kita miliki saat ini. Berubahlah sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Apabila kita sudah dalam kategori berkualitas mulailah bisnis kita dari apa yang kita kuasai tanpa harus meninggalkan pekerjaan kita sebagai karyawan, mulailah melihat peluang dan hambatan yang ada pada lingkungan kita.
- Pertama kita melihat kondisi kita sebagai karyawan, apakah ada celah waktu untuk berbisnis (kalau masuk kerja sesuai jadwal shift berarti kita ada waktu luang beberapa hari di siang hari kalau yang bekerja sesuai jam normal masuk jam 8.00 pulang jam 16.00).
- Kedua, yang jelas namanya kita karyawan sebelum bisnis kita bisa menjamin waktu kita diutamakan ke pekerjaan kita sebagai karyawan.
- Ketiga, lihat kondisi pasangan kita apakah dapat diajak kerjasama dalam membangun bisnis.
- dari ketiga hal diatas adalah hambatan yang bisa dirubah menjadi peluang apabila kita memang sudah berkualitas.
Keberhasilan bisnis bukanlah keberuntungan semata apabila kita bisa membangunnya melalui kualitas diri kita dan kita dapat memberikan semangat pada pasangan kita karena dia melihat kualitas kita dan setiap apa yang kita kemukakan merupakan inspirasi bagi orang yang mendengarkannya (bagi pasangan kita) sehingga kita bisa memulai nya sebagai motivator dan selanjutnya sebagai konsultan bisnis bagi pasangan kita dan tanpa disadari terciptalah pasangan kita sebagai pelaksana bisnis impian.
Kesimpulan nya kita tidak perlu meninggalkan pekerjaan kita sebagai karyawan (profesional)dan mulailah bisnis melalui pasangan kita, melalui orang yang sangat kita percayai, apabila bisnis ini mulai berkembang dan kita sudah sangat yakin bisnis ini sudah kuat maka mulailah buat strategi baru untuk meninggalkan status kita sebagai karyawan (profesional) dan memulai status baru sebagai pebisnis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar